Alec Baldwin Mengaku Tak Tarik Pelatuk Pistol yang Menyebabkan Kru Film Tewas, Ini Respons Polisi

Sheriff Santa Fe County Adan Mendoza menanggapi klaim Alec Baldwin yang menyebut dirinya 'tidak menarik pelatuk' pada pistol yang membunuh sinematografer Halyna Hutchins. Hutchins meninggal setelah tertembak di lokasi syuting film Rust saat Baldwin berlatih sebuah adegan dengan pistol yang dia yakini aman. Senjata tersebut dilaporkan diserahkan kepada Baldwin oleh asisten sutradara film tersebut, Dave Halls, yang tidak mengetahui bahwa pistol itu berisi peluru tajam.

Sutradara Joel Souza juga terluka saat pistol dilepaskan. Minggu ini, Baldwin melakukan wawancara pertamanya sejak insiden itu bersama George Stephanopoulos dari ABC News. Dalam video trailer, Baldwin menyebut bahwa dia tidak akan pernah menodongkan pistol ke siapa pun dan menarik pelatuk ke arah mereka.

"Tidak akan pernah," katanya. Aktor itu mendadak emosional ketika dia mengingat kembali kejadian itu dan mengklaim, "Saya tidak menarik pelatuknya." Menanggapi pernyataan itu, Mendoza mengatakan kepada bahwa pistol 'tidak meledak begitu saja'.

"Jadi apa pun yang perlu terjadi untuk memanipulasi senjata api, dia melakukan itu dan itu ada di tangannya." Departemen Sheriff Santa Fe telah menjelaskan bahwa saat ini pihaknya sedang menunggu hasil dari FBI yang akan menjelaskan bagaimana senjata itu ditembakkan, apakah hanya dengan menekan hammer, yang mengenai pin tembak, menarik pelatuk, atau keduanya. Pada hari Rabu (1/12/2021) pembuat senjata Bryan W. Carpenter mengatakan kepada Fox News Digital bahwa menembakkan revolver seperti yang dilaporkan digunakan dalam insiden Rust tanpa menarik pelatuknya adalah 'langka'.

Carpenter menjelaskan, "Untuk menembak, Anda harus meletakkan ibu jari Anda ke atas hammer, menekan hammer ke belakang, dan kemudian saat hammer benar benar dikokang ke belakang, maka Anda menarik pelatuknya dan kemudian pistolnya menembak." "Jadi itu sangat penting karena senjata itu harus memiliki proses dua langkah untuk menembak." "Senjata itu harus dikokang dan pelatuknya ditarik untuk menembak."

Ketika Baldwin ditanya oleh Stephanopoulos bagaimana peluru bisa masuk ke set film Rust, ia menjawab tidak tahu. Aktor itu berkomentar, "Seseorang memasukkan peluru tajam ke pistol. Peluru yang bahkan tidak seharusnya ada di properti itu." Diberitakan sebelumnya, insiden penembakan terjadi di lokasi syuting film di Peternakan Bonanza Creek, New Mexico, Kamis (21/10/2021).

Salah satu kru film, sinematografer bernama Halyna Hutchins, meninggal dunia. Sementara korban lainnya, sutradara Joel Souza mengalami luka. Alec Baldwin, aktor yang juga menjadi salah satu produser, adalah orang yang melepaskan tembakan.

Pistol tersebut digunakan sebagai properti syuting dan disangka tidak berisi peluru hidup. Namun, bagaimana bisa pistol tersebut ternyata berisi peluru dan siapa yang bertanggung jawab? Dilansir , ini kronologi serta fakta fakta insiden penembakan tersebut.

Kantor Sheriff Wilayah Santa Fe menerima laporan lewat telepon pada Kamis pukul 13:50 waktu setempat. Dilaporkan terjadi penembakan di lokasi syuting, ungkap pernyataan polisi yang diberikan kepada Vulture. Penyelidik kemudian mengkonfirmasi bahwa Alec Baldwin "melepaskan" tembakan di lokasi Peternakan Bonanza Creek, mengenai dua orang, yakni Hutchins dan Souza.

Kantor sheriff mengatakan kepada New York Times bahwa penembakan itu terjadi antara saat syuting atau latihan adegan. The Los Angeles Times kemudian melaporkan bahwa Baldwin saat itu berlatih adegan yang melibatkan penembakan senjata di luar gereja di lokasi syuting. Pernyataan dari kantor sheriff mengatakan, Hutchins diterbangkan dengan helikopter ke Rumah Sakit Universitas New Mexico, di mana dia dinyatakan meninggal.

Sedangkan Souza dibawa dengan ambulans ke Pusat Medis Regional Christus St. Vincent, karena ikut terkena tembakan di bagian bahu. DEADLINE melaporkan Souza telah dipulangkan dari rumah sakit, Jumat (22/10/2021) pagi. Seorang juru bicara Rust Movie Productions mengatakan kepada Vulture bahwa produksi film tersebut telah dihentikan sementara.

Tim produksi akan mematuhi penyelidikan dan memberikan konseling kepada orang orang yang terlibat proyek film tersebut. Kantor berita AP melaporkan pada 23 Oktober 2021 bahwa catatan pengadilan menunjukkan, sebelum terjadi penembakan, Baldwin diberitahu bahwa pistol itu tidak berisi amunisi. "Armorer" film, istilah untuk orang yang bertanggung jawab atas alat peraga senjata, adalah Hannah Gutierrez Reed.

Menurut catatan pengadilan, Hannah meletakkan tiga senjata di gerobak di luar area tempat adegan itu dilakukan. Menurut permohonan surat perintah penggeledahan yang diperoleh AP, asisten sutradara Dave Halls kemudian membawa salah satu senjata itu ke Baldwin, tanpa mengetahui bahwa pistol itu diisi dengan peluru tajam. Surat perintah penggeledahan yang diajukan di pengadilan Santa Fe mencatat bahwa asisten sutradara itu mengatakan pistol itu "cold gun", yang berarti senjata itu aman.

Hutchins, Souza, dan operator kamera B masih berada di dekatnya untuk menilai tembakan, Los Angeles Times melaporkan. Baldwin kemudian mengeluarkan pistol dari sarungnya dua kali untuk persiapan adegan itu. Kali kedua dia melepaskan tembakannya, amunisi dilaporkan terbang ke arah ketiga kru, menembus Hutchins di dekat bahunya dan berlanjut ke Souza.

Penyelidik mengatakan senjata yang digunakan adalah "prop gun," atau segala jenis senjata api yang digunakan sebagai properti untuk tujuan hiburan. "Detektif sedang menyelidiki bagaimana dan jenis proyektil apa yang dilepaskan," kata kantor sheriff dalam sebuah pernyataan. Meski juru bicara Rust Movie Productions mengatakan insiden itu melibatkan "salah tembak dari senjata properti peluru kosong," informasi tersebut belum dikonfirmasi oleh penyelidik.

"Kantor Sheriff menyebut insiden ini sebagai investigasi penembakan," kata seorang juru bicara kepada Variety. IATSE Local 44, serikat pekerja properti yang berbasis di Los Angeles, mengklaim senjata itu memiliki peluru hidup, namun Kantor Sheriff membantah klaim itu untuk DEADLINE. "Kami bahkan belum memulai forensik tentang masalah itu," kata seorang juru bicara.

Kantor mengatakan informasi lanjutan mungkin baru keluar minggu depan. Sebuah sumber Local 44 kemudian mengatakan kepada Los Angeles Times bahwa penggunaan istilah "peluru hidup" oleh serikat pekerja tidak merujuk pada jenis proyektil dalam senjata melainkan istilah industri untuk senjata yang diisi dengan bahan apa pun. Juga tidak jelas berapa banyak peluru yang ditembakkan dari pistol dan bagaimana kedua orang itu tertembak.

Set film terkadang memilih menggunakan senjata asli daripada replika. Pedoman standar industri untuk penggunaan senjata api pada set film dari Komite Keselamatan Manajemen Tenaga Kerja Seluruh Industri menetapkan bahwa amunisi kosong "dapat membunuh," dan bahwa semua senjata di lokasi syuting harus diperlakukan "seolah olah terisi peluru." Senjata biasanya digunakan dari jarak jauh dan tidak ditembakkan ke arah orang lain.

Pedoman mengatakan amunisi hidup dapat digunakan dalam "kesempatan yang sangat langka" untuk efek film, asalkan tindakan pencegahan diambil sebelum pembuatan film. Selain itu, penembakan hanya dilakukan di lokasi tertentu di mana peluru hidup dimaksudkan untuk ditembak. Senjata yang digunakan sebagai alat peraga pada set film juga harus ditangani oleh ahli alat peraga dan pembuat senjata atau ahli senjata.

Baldwin, sosok yang menembakkan pistol, merupakan pemain Rust dan juga produser di film tersebut. Dia diinterogasi oleh penyelidik dan kemudian dibebaskan, kata Kantor Sheriff kepada Deadline. The Santa Fe New Mexico melaporkan bahwa Baldwin terlihat "bingung dan menangis saat menelepon" di luar gedung sheriff.

Baldwin pun menyatakan simpatinya untuk Hutchins dan keluarganya. "Tidak ada kata kata untuk menyampaikan keterkejutan dan kesedihan saya mengenai kecelakaan tragis yang merenggut nyawa Halyna Hutchins, seorang istri, ibu, dan rekan kerja kami yang sangat dikagumi," tulisnya di Twitter. Ia menambahkan bahwa dirinya telah berbicara dengan suami sang sinematografer.

Baldwin juga mengatakan dia sepenuhnya bekerja sama dengan penyelidikan polisi untuk mengetahui bagaimana tragedi ini terjadi. Hutchins adalah sutradara fotografi atau sinematografi di film Rust. Pembuat film Ukraina berusia 42 tahun ini memulai kariernya sebagai jurnalis di Eropa sebelum terlibat dalam produksi film dan akhirnya pindah ke Los Angeles.

Ia lulus dari American Film Institute Conservatory pada tahun 2015. Hutchins melanjutkan mengerjakan film termasuk Darlin', yang ditayangkan perdana di South by Southwest pada tahun 2019, dan Archenemy, yang ditayangkan perdana di Beyond Fest pada tahun 2020. Majalah American Cinematographer menyebutnya sebagai salah satu dari 10 "Rising Stars of Cinematography" pada 2019.

"Saya benar benar tertarik untuk menemukan kolaborasi yang bermanfaat," katanya kepada majalah itu. "Bagi saya, ini adalah upaya kolaboratif antara pikiran kreatif yang meningkatkan pekerjaan satu sama lain" Adam Egypt Mortimer, yang menyutradarai Archenemy, menulis lewat cuitan Twitter bahwa Hutchins "adalah bakat brilian yang benar benar berkomitmen pada seni dan film."

Aktris Frances Fisher, yang membintangi Rust, menulis di Instagram, "Saya suka melihat Anda bekerja: Fokus Anda yang intens dan perintah ruangan Anda yang semarak." Sedangkan suami Hutchins, Matthew, mengatakan kepada Insider, "Saya menghargai bahwa semua orang sangat simpatik." Artikel ini merupakan bagian dari

KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.